SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Saipar Dolok Hole (SD Hole) bergerak sigap menindaklanjuti temuan titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui sistem pemantauan aplikasi Lancang Kuning. Titik terindikasi berada di kawasan Dusun Purbasinomba, Desa Aek Urat, Kecamatan Aek Bilah.
Pengecekan lapangan dilaksanakan langsung oleh personel pada Minggu (23/8/2026) sore. Tujuannya memastikan apakah titik tersebut merupakan indikasi nyata kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) atau disebabkan faktor lain.
Di lokasi, petugas memperkuat koordinasi dengan perangkat desa dan warga guna menelusuri titik koordinat secara akurat.
Kapolsek SD Hole, IPTU Jongga Mahulae, S.H., menegaskan langkah ini sebagai wujud respons cepat terhadap setiap potensi bahaya kebakaran. Perjalanan menuju lokasi dinilai cukup menantang, personel harus menembus medan berat dengan akses tertutup rapat semak belukar.
Meski penuh kendala, hal itu tidak menyurutkan semangat verifikasi. “Kami tetap memastikan kondisi lapangan meski akses sulit. Koordinasi dengan warga dan aparat desa menjadi kunci agar lokasi tepat sasaran,” ujarnya.
Selain pengecekan teknis, kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyebarluaskan kesadaran akan bahaya api. Polisi secara tegas mengimbau masyarakat tidak menggunakan metode pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan pertanian maupun perkebunan.
Menurutnya, pengendalian Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat, melainkan butuh dukungan seluruh elemen masyarakat. Kepekaan warga dalam melaporkan tanda bahaya sangat menentukan keberhasilan pencegahan.
“Jangan remehkan titik panas. Cuaca tertentu bisa membuat api cepat meluas. Jika membuka lahan, hindari cara membakar demi keamanan bersama,” tegas Kapolsek.
Gerak cepat ini menjadi bagian strategi preventif Polsek SDH untuk memutus rantai kebakaran sejak dini di wilayah Aek Bilah dan sekitarnya. (PN)




