SUMUTNEWS.CO, Medan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat seluas 248,22 hektare lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari hingga 24 Agustus 2026. Total area yang terbakar tersebut tersebar di 13 kabupaten dan kota.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebutkan angka tersebut merupakan akumulasi dari 36 kejadian karhutla.
“Sebanyak 36 kejadian dengan luas lahan terbakar 248,22 hektare,” ujar Sri di Medan, Senin.
Sri menjelaskan, Kabupaten Labuhanbatu menjadi wilayah yang paling terdampak. Di daerah tersebut, terdapat lima kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 113 hektare.
Posisi berikutnya disusul oleh Kabupaten Simalungun dengan lima kejadian (38,1 hektare) dan Kabupaten Mandailing Natal sebanyak dua kejadian (30 hektare). Sementara itu, Kabupaten Humbang Hasundutan mencatat frekuensi kejadian terbanyak, yakni enam kali, dengan luas lahan terbakar mencapai 21 hektare.
Beberapa wilayah lain yang turut mengalami karhutla meliputi:
– Kabupaten Tapanuli Tengah: empat kejadian (12 hektare)
– Kabupaten Padang Lawas Utara: tiga kejadian (10 hektare)
– Kabupaten Labuhanbatu Utara: dua kejadian (delapan hektare)
– Kabupaten Nias Utara: dua kejadian (enam hektare)
– Kabupaten Samosir: satu kejadian (lima hektare)
– Kabupaten Karo: dua kejadian (1,5 hektare)
– Kabupaten Tapanuli Selatan: satu kejadian (satu hektare)
– Kabupaten Deli Serdang: dua kejadian (0,62 hektare)
Sri menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara berdasarkan rekapitulasi per 24 Agustus 2026. Guna menekan risiko meluasnya kebakaran, BPBD Sumut terus mengoptimalkan langkah pencegahan di lapangan.
“Kita terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada elemen masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait,” kata Sri. (SN08)





