SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Suasana Kota Padangsidimpuan berubah menjadi panggung penuh warna di peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 kota tercinta. Kegiatan karnaval yang digelar Sabtu (7/11/2026) lalu tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyisakan banyak cerita hangat tentang kebersamaan dan kreativitas warga.
Menonton karnaval di bawah terik matahari butuh persiapan khusus, lho! Air minum jadi barang wajib agar tetap segar. Payung, kipas, topi, dan tabir surya tak boleh ketinggalan.
Siapkan perlindungannya, baru siap menikmati pertunjukan dari awal sampai selesai tanpa takut kulit terbakar atau tenggorokan kering!
Yang paling mencuri perhatian tentu barisan peserta karnaval, mayoritas para pelajar dengan kreasi busana yang luar biasa indah, yaitu berbusana adat yang memancarkan pesona budaya lokal dan memperkenalkan busana tradisional dari berbagai penjuru Nusantara.
Kostum daur ulang yang luar biasa cerdas! Karung goni, plastik bekas, hingga kemasan makanan ringan disulap menjadi busana kreatif yang memukau. Bungkus snack yang biasanya berakhir di tempat sampah, kali ini tampil gagah di sepanjang rute karnaval!
“Ide kreatif memang tidak mengenal harga mahal. Barang bekas pun bisa berubah menjadi karya seni yang penuh pesan lingkungan,” demikian pesan tersirat dari kreativitas para peserta.
Irama dentuman drum, tiupan musik, dan kekompakan barisan membuat suasana semakin hidup. Penonton yang tadinya berbisik-bisik langsung terdiam lalu ikut bersorak seiring irama yang membahana. Latihan keras dan kedisiplinan para peserta terbayar dengan tepuk tangan meriah sepanjang jalan.
Tebak, Pak Wali Kota Pakai Apa?
Di sela-sela kemeriahan, banyak penonton yang diam-diam juga memperhatikan penampilan Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes. ada yang lebih fokus memperhatikan busana Wali Kota daripada merekam karnaval.
HUT ke-25 Padangsidimpuan bukan sekadar pawai. Ini menjadi ruang kebersamaan yang hangat, pelajar, seniman, pejabat, dan warga berdiri berdampingan, merayakan identitas bersama. Semangat ini selaras dengan tema perayaan: “Padangsidimpuan Maju, Bangkit, dan Berakhlak.” (SN11)