Medan, SUMUTNEWS.CO — Bulan September 2026 menjadi bulan istimewa bagi para pengamat langit dan pencinta astronomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ruang angkasa akan menyajikan rentetan peristiwa kosmik yang spektakuler: mulai dari hujan meteor, bulan purnama raksasa, momen terbaik melihat planet terjauh di tata surya, hingga peristiwa ekuinoks yang menyamakan panjang siang dan malam. Berikut daftar lengkap beserta jadwal dan cara pengamatannya:
1. Hujan Meteor Epsilon Perseid — 9–10 September
Peristiwa pembuka bulan ini adalah hujan meteor minor Epsilon Perseid, yang berasal dari sisa debu dan puing komet yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
– Waktu Puncak: Malam 9 September hingga dini hari 10 September 2026
– Cara Amati: Dapat dilihat dengan mata telanjang di lokasi minim polusi cahaya. Arah ke rasi bintang Perseus. Intensitasnya tidak sekuat Perseid di Agustus, jadi butuh kesabaran lebih.
2. Supermoon Sekaligus Harvest Moon — 17–18 September
Fase purnama September 2026 istimewa karena bertepatan dengan Supermoon sekaligus dikenal sebagai Harvest Moon — nama tradisional karena cahayanya yang sangat terang membantu petani memanen hingga malam hari. Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi (perigee), sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dibanding bulan purnama biasa.
– Waktu Puncak: Fase purnama penuh terjadi pada 17 September, masih terlihat luar biasa cantik hingga 18 September
– Saat terbaik: Tepat saat bulan baru terbit di ufuk timur — paling mudah diabadikan dengan kamera maupun dilihat langsung
3. Oposisi Neptunus — 20 September
Planet terjauh di tata surya, Neptunus, berada pada posisi terbaik sepanjang tahun untuk diamati. Saat oposisi, Bumi berada tepat di antara Matahari dan Neptunus, sehingga planet biru ini tampak lebih terang dan dapat dilihat sepanjang malam.
– Cara Amati: Karena jaraknya sangat jauh, butuh teleskop atau binokular berkekuatan tinggi. Tanpa alat bantu, Neptunus hanya tampak seperti titik bintang redup.
4. Ekuinoks Musim Gugur / Autumnal Equinox — 23 September
Peristiwa astronomi yang menandai pergantian musim secara resmi. Pada ekuinoks, Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa, sehingga durasi siang dan malam menjadi sama panjang — masing-masing sekitar 12 jam di seluruh dunia.
– Makna: Di belahan bumi utara menandai awal musim gugur; di selatan awal musim semi.
– Bagi Indonesia: Menjadi tanda transisi pola cuaca, suhu udara cenderung terasa lebih terik di siang hari sebelum beralih ke musim hujan.





