Tegur Muhaimin Soal NU Terpuruk Akibat Alumni HMI, Ahmad Doli: NU Milik Umat, Bukan Cuma PMII

Sumutnews.co, Jakarta — Pernyataan politikus Muhaimin Iskandar yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) sempat terpuruk lantaran dipimpin oleh alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menuai polemik. Wakil Ketua Baleg dan anggota Komisi II DPR RI sekaligus politikus Partai Golkar, Dr Ahmad Doli Kurnia Tanjung, melayangkan kritik keras atas pernyataan tersebut.

Polemik ini mencuat setelah potongan video pidato Muhaimin dalam sebuah forum beredar luas. Dalam forum tersebut, Muhaimin melontarkan sindiran: “yang jelas terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI, kira-kira gitu.”

Menurut Dr Ahmad Doli Kurnia, ucapan tersebut bukan lagi sekadar gurauan situasional. Pasalnya, ini merupakan kali ketiga Muhaimin menyampaikan sindiran bernada memojokkan HMI di berbagai forum terbuka.

Baca juga:  Sekjen PBB Antonio Guterres Mulai Kunjungan Resmi ke Indonesia, Bahas Kerja Sama Multilateral dan Misi Perdamaian

Dari “Iri Tanda Tak Mampu” Hingga Kritik Etika Aktivis

Merespons tudihan tersebut, Doli membagi tanggapannya menjadi dua aspek. Secara berseloroh, Doli menilai sindiran berulang itu justru memperlihatkan sikap defensif dari Muhaimin.

“Kalau dalam konteks bercanda, Muhaimin itu saya anggap iri tanda tak mampu,” ujar Doli.

Namun secara serius, Doli menekankan pentingnya etika sesama aktivis organisasi kepemudaan. Ia menyayangkan seorang tokoh publik yang diberi amanah besar justru melemparkan narasi yang berpotensi memecah belah hubungan antarorganisasi mahasiswa, seperti HMI dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Baca juga:  INALUM Raih Dua Penghargaan ISDA 2026 lewat Program Pemberdayaan Masyarakat

“Kita ini sebenarnya sesama aktivis harus saling menghargai. Sangat kecewa jika ada tokoh bangsa yang diberi kesempatan besar, tapi malah mengecilkan dirinya sekadar menjadi ‘bapak’ di kalangannya saja, bahkan berpotensi menjadi pemecah bangsa,” tegas Doli.

NU dan Ormas Islam Milik Seluruh Warga Negara

Doli menegaskan bahwa NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, Persis, serta organisasi kemasyarakatan Islam lainnya adalah aset besar bangsa dan peradaban dunia, bukan milik eksklusif kelompok atau kader organisasi tertentu.

“Nahdlatul Ulama itu bukan hanya milik kelompok tertentu, bukan milik anak-anak PMII saja, dan bukan milik anak-anak HMI saja. NU milik seluruh umat Islam, milik bangsa Indonesia, dan milik warga dunia,” tutur Doli.

Baca juga:  Dilantik Prabowo, Kepala BPGMN Fokus Tekan Karhutla dan Pulihkan Ekosistem Gambut

Ia mengimbau seluruh elemen pemuda dan aktivis dari lintas organisasi untuk menyikapi keberagaman wadah dengan dewasa serta menghentikan narasi yang merendahkan ormas keagamaan. Doli mengajak semua pihak berfokus memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan bangsa. ( SN08)

Berita Terbaru

Saudi, Turki, Mesir, dan Pakistan Peringatkan Pendudukan Israel Jadi Sumber Utama Ketidakstabilan Kawasan

SumutNews.co, Istanbul — Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Pakistan...

Revisi UU Pemilu Belum Rampung, Ahmad Doli Kurnia Usul Pembentukan Pansel Ditunda atau Pemerintah Terbitkan Perppu

JAKARTA, SumutNews.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI,...

Dukung Transformasi Digital Nasional, PLN Icon Plus Perkuat Implementasi New AP2T Wave 5

Sumutnews.co, Medan– PLN Icon Plus mendukung langkah transformasi digital...

Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Wali Kota Medan Apresiasi Langkah Tegas Polri

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra...

Serangan Israel ke Wilayah Suriah, Raja Jordania dan Menlu Suriah Bertemu Bahas Berbagai Kerjasama

SumutNews.co- Amman, Pertemuan 2 Kepala Negara Membahas persoalan Israel...

Berita Terkait