Ayo Masak! Makanan Asli Sumatera Utara (Edisi 1)

Pendahuluan

Sumatera Utara menyimpan kekayaan kuliner yang luar biasa dengan karakter cita rasa yang tegas, berani, dan kaya aroma. Keunikan masakan dari bumi Tapanuli hingga tanah Melayu Medan ini terletak pada penggunaan rempah-rempah khas yang tak lazim ditemui di daerah lain, seperti andaliman yang memberikan sensasi getar di lidah, kecombrang yang harum, hingga pemanfaatan tanaman lokal untuk proses pengolahan alami

Bacaan Lainnya

Lewat panduan ini, Anda diajak menjelajahi 7 hidangan ikonik Sumatera Utara: mulai dari olahan ikan berminyak rempah, sajian ikan tanpa api, soto berkuah santan gurih, hingga kudapan tradisional berbalut daun pisang yang legendaris.

Arsik Ikan Mas
Arsik adalah olahan ikan mas khas suku Batak Toba yang dimasak bersama rempah-rempah hingga kuahnya mengering dan bumbunya meresap sempurna sampai ke tulang.

Bahan-bahan:
– 1 kg Ikan mas segar (bersihkan sisik dan insang, biarkan utuh)
– 100 gram Bawang Batak (lokio)
– 10 batang Kacang panjang (potong-potong)
– 3 batang Kecombrang (iris halus)
– 5 buah Asam cikala (geprek) / Asam gelugur
– 3 batang Serai (geprek)
– 800 ml Air

Bumbu Halus:
– 10 siung Bawang merah
– 5 siung Bawang putih
– 10 buah Cabai merah keriting & 5 buah Cabai rawit
– 2 sdm Andaliman
– 4 cm Kunyit tua (bakar)
– 3 cm Jahe & 3 cm Lengkuas
– 4 butir Kemiri (sangrai)
– Garam secukupnya

Cara Membuat:
– Susun serai, sebagian kecombrang, asam cikala, dan sebagian kacang panjang di dasar wajan sebagai alas agar ikan tidak gosong.

– Letakkan ikan mas di atas alas rempah, lalu masukkan sebagian bawang Batak ke dalam perut ikan.

– Lumuri seluruh permukaan ikan dengan bumbu halus. Masukkan sisa kacang panjang dan bawang Batak di sekeliling wajan.

– Tuangkan air perlahan dari tepi wajan.

– Tutup wajan dan masak dengan api sedang ke kecil hingga air menyusut dan bumbu berminyak. Jangan membalik ikan agar bentuknya tidak hancur.

Dengke Na Niura
Na Niura diolah tanpa dimasak di atas api, melainkan “dimatangkan”. Secara alami menggunakan perasan asam jungga dan baluran rempah sangrai.

sumber foto: detik.com

Bahan-bahan:
– 1 kg Ikan mas segar / Ikan mujair (pilih yang sangat segar)
– 6–8 buah Asam Jungga (atau jeruk nipis/jeruk purut)
– Garam secukupnya

Bumbu Halus (Sangrai terlebih dahulu):

– 10 butir Kemiri
– 4 cm Kunyit & 3 cm Jahe
– 8 siung Bawang merah & 4 siung Bawang putih
– 2–3 sdm Andaliman
– 10 buah Cabai merah keriting & 5 buah Cabai rawit

Cara Membuat:
– Bersihkan ikan, buang duri utama (fillet) atau belah dua (butterfly), lalu keringkan dengan tisu dapur.

– Lumuri ikan dengan perasan air asam jungga dan garam hingga merata. Diamkan selama 2–4 jam di dalam kulkas hingga daging memutih dan kenyal.

– Haluskan semua bumbu yang telah disangrai hingga mengeluarkan minyak alami.

– Lumurkan bumbu halus ke seluruh permukaan daging ikan hingga rata.

– Diamkan kembali selama 30–60 menit di dalam kulkas agar bumbu meresap sempurna sebelum disajikan

 

Soto Medan
Soto Medan memiliki ciri khas kuah santan berwarna kuning kehijauan yang kental dan harum dengan aroma kapulaga, bunga lawang, serta jintan.

foto: wikipedia

Bahan-bahan:
– 1 ekor Ayam kampung (belah 4) atau 500 gram Daging sapi
– 500 ml Santan kental & 1.500 ml Santan encer
– 2 batang Serai (geprek), 4 lembar Daun jeruk, 2 lembar Daun salam
– 4 butir Kapulaga, 2 buah Bunga lawang, 4 cm Kayu manis

Bumbu Halus:
– 12 siung Bawang merah & 6 siung Bawang putih
– 4 cm Kunyit (bakar) & 2 cm Jahe
– 1 sdm Ketumbar, 1/2 sdt Jintan, 1 sdt Merica butiran (semua disangrai)
– 4 butir Kemiri (sangrai)
– Garam dan gula secukupnya

Bahan Pelengkap:
– Bihun, tauge, perkedel kentang, emping goreng, telur rebus, daun bawang, dan sambal rawit hijau

Cara Membuat:
– Rebus ayam bersama santan encer, kapulaga, bunga lawang, kayu manis, serai, daun jeruk, dan daun salam.

– Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan ke dalam rebusan ayam.

– Setelah ayam empuk, angkat dan tiriskan, lalu goreng sebentar dan suwir-suwir.

– Tuangkan santan kental ke dalam kuah rebusan. Aduk perlahan dengan api kecil agar santan tidak pecah. Bumbui dengan garam dan gula.

– Tata bihun, tauge, dan ayam suwir di mangkuk, siram dengan kuah soto panas, lalu sajikan bersama pelengkap.

 

Mie Gomak
Mie Gomak menggunakan mie lidi khas Tapanuli yang disiram kuah santan berbumbu andaliman dan kecombrang.

foto: kompas.com

Bahan-bahan:
– 400 gram Mie lidi (rebus hingga kenyal, tiriskan, beri sedikit minyak)
– 1 liter Santan sedang
– 2 batang Kecombrang (iris halus)
– 2 batang Serai (geprek) & 3 lembar Daun jeruk
– Telur rebus dan kerupuk merah khas Medan (pelengkap)

Bumbu Halus:
– 8 siung Bawang merah & 4 siung Bawang putih
– 8 buah Cabai merah keriting & 5 buah Cabai rawit
– 1,5 sdm Andaliman
– 3 cm Kunyit, 2 cm Jahe, 3 butir Kemiri
– Garam dan penyedap secukupnya

Cara Membuat:
– Tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk, dan kecombrang hingga harum.

– Tuangkan santan sedang perlahan-lahan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.

– Masukkan garam dan penyedap rasa, masak hingga kuah mendidih dan matang.

– Tata mie lidi di dalam mangkuk, siram dengan kuah santan hangat, lalu sajikan bersama telur rebus dan kerupuk merah.

Lappet
Kue tradisional khas Batak berbentuk piramida yang dibungkus daun pisang, berisi campuran kelapa parut dan gula merah.

foto: wikipedia

Bahan-bahan:
– 250 gram Tepung beras (atau tepung ketan)
– 150 gram Kelapa parut setengah tua
– 1/2 sdt Garam
– 50–70 ml Air hangat
– 150 gram Gula merah (sisir halus)
– Daun pisang secukupnya (layukan di atas api)

Cara Membuat:
– Campurkan tepung beras, kelapa parut, dan garam dalam wadah.

– Percikkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan agak lembap dan berbutir kasar

– Bentuk daun pisang menjadi kerucut/limas.

– Isikan adonan tepung secukupnya, beri gula merah sisir di tengahnya, lalu tutup kembali dengan adonan tepung.

– Lipat rapat membungkus adonan berbentuk piramida.

– Kukus selama 30–40 menit hingga matang.

 

Ombus-ombus
Kue khas Siborongborong ini paling nikmat ditiup-tiup (diombus) dan dimakan selagi hangat.

foto: detik.com

Bahan-bahan:
– 250 gram Tepung beras segar
– 150 gram Kelapa parut muda (kupas bersih)
– 100 gram Gula merah (sisir halus) atau Gula pasir
– 1/2 sdt Garam
– Daun pisang secukupnya

Cara Membuat:
– Campur tepung beras, kelapa parut muda, dan garam hingga merata dan berbutir lembut

– Ambil daun pisang kecil, bentuk melingkar atau kerucut sederhana.

– Masukkan setengah adonan tepung beras, beri 1 sendok teh gula merah/pasir di tengahnya, lalu tutup kembali dengan adonan tepung.

– Bungkus dan lipat daun pisang dengan rapi.

– Kukus dalam dandang panas selama 25–30 menit hingga matang.

 

Dali ni Horbo
Olahan “keju” tradisional khas suku Batak yang dibuat dari gumpalan protein susu kerbau murni.

foto: detik.com

Bahan-bahan:
– 1 liter Susu kerbau murni segar
– 5 sdm Air perasan daun pepaya (atau air perasan nanas muda) untuk mengendapkan protein
– 1/2 sdt Garam

Cara Membuat:
– Saring susu kerbau murni hingga bersih.

– Masukkan susu ke dalam panci tebal, tambahkan garam dan air perasan daun pepaya/nanas.

– Masak dengan api sangat kecil sambil terus diaduk perlahan.

– Biarkan susu menggumpal (terpisah antara dadih dan air whey).

– Masak hingga gumpalan memadat dan kandungan airnya berkurang.

– Saring gumpalan dadih, cetak, dan Dali ni Horbo siap dikonsumsi langsung atau dimasak kembali sebagai campuran bumbu olahan lain

 

Penutup
Memasak hidangan khas Sumatera Utara bukan sekadar mengolah bahan makanan di atas kompor, melainkan sebuah cara merawat warisan budaya dan tradisi leluhur. Cita rasa otentik yang dihasilkan dari paduan rempah lokal terbukti mampu menghadirkan kehangatan di tengah keluarga.

Jangan ragu untuk menyesuaikan tingkat kepedasan atau takaran andaliman sesuai selera. Selamat mencoba resep-resep ini dan selamat menikmati kelezatan kuliner Sumatera Utara langsung dari dapur Anda sendiri!

Pos terkait