Iran Tuding AS dan Israel Jadi Biang Kerok Konflik di Selat Hormuz

​SumutNews.co, Teheran — Pemerintah Iran secara terbuka menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang utama di balik meningkatnya instabilitas di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Tudingan tersebut dilontarkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di tengah lawatan resmi Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov ke Teheran, Senin, 19 Oktober 2026.

​”Perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis, dikombinasikan dengan blokade ekonomi, merupakan sumber utama ketidakamanan di kawasan kami,” ujar Araghchi dalam konferensi pers bersama Lavrov di Teheran.

Baca juga:  Musim Panen Zaitun Diselimuti Kekerasan, 34 Insiden Serangan, Satu Ditembak dan Tiga Ditahan di Tepi Barat

​Kunjungan Lavrov ke Iran menandai lawatan perdananya ke Teheran sejak eskalasi konflik di Timur Tengah meletus pada Februari lalu. Di tengah perundingan Teheran, Washington yang jalan di tempat, Moskow berupaya mengambil peran penengah demi meredam potensi konflik berskala lebih masif.

​Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, agenda utama Lavrov difokuskan pada upaya mencari jalan keluar dari krisis internasional akut akibat agresi militer ilegal terhadap Iran. Selain berdiskusi dengan Araghchi, diplomat kawakan Rusia itu dijadwalkan menemui Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menindaklanjuti kesiapan Presiden Vladimir Putin untuk memfasilitasi mediasi bilateral.

Baca juga:  Trump Bebaskan Sanksi dan Tarif Rusia Jelang Pemberlakuan Undang-Undang Baru

​Meski gencatan senjata sempat disepakati pada April lalu serta disusul nota kesepahaman terbatas antara AS dan Iran pada Juni, gesekan militer di sekitar Selat Hormuz belum mereda.
​Jalur perairan sempit tersebut memegang peranan krusial bagi perekonomian global karena menjadi rute lintas seperlima suplai hidrokarbon dunia.

Teheran terus memperketat pengawasan dan menindak kapal-kapal yang berlayar tanpa otorisasinya, sementara Washington meresponsnya dengan menerapkan blokade laut tandingan di pelabuhan-pelabuhan utama Iran. (SN17)

Berita Terbaru

Kerusuhan Hebat di Prancis: Jam Malam Berlaku, Evaluasi Keamanan Macron, Ribuan Ditangkap, hingga Merembet ke Eropa

Sumutnews.co Paris — Pemerintah Prancis memberlakukan jam malam parsial...

Empat Jam Macet Total di Aek Sulum Sipirok, Dua Truk Dilaporkan Terguling, Polisi Lalu Lintas Disorot

SUMUTNEWS.CO, SIPIROK– Kemacetan panjang dilaporkan terjadi di kawasan Aek...

SANG RATU ADIL: NOTONAGORO INDONESIA UNTUK DUNIA (EPS-2)

Esai Reflektif Spiritual Bersambung Episode 2: Kapal Besar Terdampar Di Tengah...

Diduga BBM Ilegal, Mobil Tanpa Plat Muatan 2 Ton Terbakar di Manunggang, Sopir Langsung Kabur!

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Warga di sepanjang Jalan Trans Sumatera, Manunggang...

Bukan Sekadar Penjara, Lapas Padangsidimpuan Buka Kelas Baca Tulis untuk Warga Binaan

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan...

Berita Terkait