RANTAUPRAPAT, SUMUTNEWS-Co- Dalam rangka Gerakan Indonesia Asri mejaga bumi dan pentingnya menjaga keseimbangan Ekologi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu, berkolaborasi dengan komunitas keagamaan untuk bergandeng tangan dalam gerakan peduli lingkungan. Kegiatan yang mengusung tema “Ekologi Merawat Bumi” langsung tersentuh ke jemaat di Gereja Katolik St. Petrus Rasul Rantauprapat pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Hadir langsung sebagai narasumber, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu, Syahbela Rusli Siregar, S.T., M.H., memaparkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan institusi keagamaan dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, menjaga bumi bukan sekadar tugas dinas terkait, melainkan tanggung jawab iman dan moral setiap individu. dalam konteks keagaman adalah hal yang sangat penting, selalu dijarakan setiap ummat ber agama.
Syahbela Rusli Siregar, menekankan beberapa poin krusial mengenai kondisi lingkungan saat ini khususnya di Labuhanbatu mari kita bersama sama menjaga dan langkah konkret yang bisa dilakukan oleh masyarakat,
Pengelolaan sampah yang mandiri melalui pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga. Jangan terlalu banyak menggunakan plastik, Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari termasuk dalam kegiatan gereja. Gerakan penghijauan dengan memanfaatkan pekarangan rumah gereja untuk menanam pohon atau tanaman produktif. “Bumi adalah rumah kita bersama. Melalui momentum Ekologi ini, kami mengajak seluruh umat di Gereja St. Petrus Rasul untuk memulai aksi nyata dari diri kita sendiri dari hal-hal kecil di lingkungan keluarga. Merawat bumi adalah bentuk syukur kita kepada Sang Pencipta,” ujar Kepala Dinas LH di hadapan para peserta yang hadir.
Kegiatan edukasi ini disambut antusias oleh pengurus dan jemaat gereja. Pihak penanggung jawab Gereja Katolik St. Petrus Rasul Rantauprapat menyampaikan apresiasi dan berterima kasih yang tinggi atas kehadiran Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu, yang telah memberikan wawasan pengetahuan lingkungan hidup secara langsung kepada jemaat Gereja.
Kegiatan seperti ini sangat bagus sekali diharapkan dapat memicu gerakan berbasis komunitas dalam menjaga kebersihan dan kelestarian ekologi di wilayah Rantauprapat.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif, tanya jawab, serta komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan sehat di Kabupaten Labuhanbatu. (10SN)





