Pemprovsu Dorong HKTI Perkuat Peran Petani Dukung Swasembada Pangan

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memperkuat peran dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu HKTI juga didorong untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya menilai HKTI harus menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian di Sumut. Menurut Surya, pertanian memiliki posisi yang sangat strategis bagi Sumut.

Bacaan Lainnya

Dia bilang sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 25,88% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara dan menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 2,42 juta tenaga kerja atau sekitar 35,43% dari total tenaga kerja di Sumut.

Surya juga menyampaikan sejumlah capaian sektor pertanian Sumut. Berdasarkan prakiraan Kerangka Sampel Area periode Januari – September 2026, luas panen padi diperkirakan mencapai sekitar 372.938 hektare, dengan produksi sekitar 1,96 juta ton gabah kering giling dan produktivitas rata-rata 5,26 ton per hektare.

Sementara itu, produksi jagung periode Januari hingga Juli 2026 mencapai sekitar 949 ribu ton. Angka tersebut melampaui kebutuhan daerah yang berada di kisaran 875 ribu ton, sehingga Sumatera Utara mencatat surplus lebih dari 74 ribu ton.

Di sektor perkebunan, Sumut juga tetap menjadi salah satu sentra perkebunan nasional. Sejumlah komoditas unggulan memiliki produksi besar, antara lain kelapa sawit sekitar 7,95 juta ton, karet 310 ribu ton, kelapa 102 ribu ton, kopi arabika 77,7 ribu ton, kopi robusta 10,3 ribu ton, kakao 37,3 ribu ton, serta aren sekitar 8 ribu ton.

Namun, Pemprov Sumut menyadari masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu ditangani bersama, salah satunya pemenuhan kebutuhan komoditas pangan tertentu. Produksi bawang merah saat ini baru memenuhi sekitar 63,8% kebutuhan daerah, sementara bawang putih dan kedelai masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Karenanya, Surya mengajak HKTI mengambil peran lebih luas sebagai penggerak pembaruan pertanian dengan mendorong peningkatan produksi hasil pertanian dalam daerah melalui inovasi, perluasan budidaya, penguatan kelembagaan petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian.

“HKTI harus terus hadir sebagai rumah besar petani, menjadi wadah yang memperkuat kapasitas, memperluas kesempatan, menyuarakan aspirasi, serta menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pertanian,” katanya pada Musyawarah Daerah sekaligus Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Sumatera Utara Periode 2026–2031, di Aula Raja Inal Siregar Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (9/9/2026).

Sementara itu, Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding melalui Zoom menyampaikan sejumlah hasil Munas HKTI ke-10 yang diharapkan menjadi rujukan kerja HKTI mulai dari tingkat kabupaten/kota, kecamatan, ranting hingga kelompok tani.

Antara lain, jelasnya, HKTI harus memperkuat organisasi petani melalui pendataan dan tata kelola organisasi yang baik. Kemudian, HKTI harus mempercepat regenerasi petani karena mayoritas petani saat ini sudah berusia senior sehingga perlu disiapkan generasi penerus melalui pengembangan petani muda dan petani milenial.

“Kalau kita tidak merencanakan dengan baik, ke depan tidak ada lagi yang bekerja di sektor pertanian. Karena itu, harus disiapkan kader petani muda, petani milenial, termasuk melalui magang agribisnis pertanian,” jelasnya usai melantik kepengurusan DPD HKTI Sumut periode 2026-2031. (SN01)

Pos terkait