SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal – Keterbatasan ekonomi dan kendala administrasi sempat memutus harapan empat bersaudara untuk bersekolah. Namun, kisah mereka berubah menjadi berita gembira berkat kepedulian Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Keluarga Poso Yasri (37) dan Miftahul Jannah (36) yang tinggal di Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, bernapas lega. Keempat anak mereka, yakni Laung Pardamean (15), Sakiani (13), Paet Rahmat (11), dan Sri Ayu (8) kini tidak lagi harus putus sekolah tanpa tujuan.
Kendala dimulai sejak keluarga pindah ke Kota Pinang tahun 2020. Ayah yang bekerja serabutan kesulitan membiayai hidup dan sekolah. Sementara itu, upaya pindah sekolah pun kandas karena alasan menyakitkan.
Sekolah asal enggan mengeluarkan surat pindah dikhawatirkan kehilangan murid. Akibatnya, satu anak belum pernah sekolah, tiga lainnya putus sekolah di tengah jalan.
Merespons kondisi ini, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kabupaten Madina bergerak cepat mengunjungi kediaman mereka pada Senin (31/8/2026).
Sekretaris Dinas Pendidikan, Ade Elvia Nora, memastikan solusi tepat sasaran sesuai usia, yaitu Sri Ayu (8) akan masuk sekolah reguler di SD Pidoli, lengkap dengan bantuan pakaian sekolah.
Untuk Laung, Sakiani, dan Paet Rahmat akan diarahkan mengikuti Program Sekolah Paket agar tetap bisa mengejar ketertinggalan.
Tak hanya pendidikan, Dinas Sosial di bawah Kepala Dinas Dr. Ahmad Duroni juga hadir meringankan beban hidup. Melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hak Anak, mereka menyerahkan bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari.
Poso Yasri tak kuasa menutup rasa syukurnya. “Alhamdulillah, apa yang dicita-citakan anak kami mulai terwujud. Beberapa hari ke depan mereka akan segera sekolah,” ucapnya berterima kasih kepada pemerintah dan media.
Kisah ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan akhir. Melalui sinergi dan kepedulian, hak anak untuk bersekolah dan bermasa depan cerah pun kembali terbuka. (SN13)





